Click here to edit title

Click here to edit subtitle

 


MENETAPKAN SPESIFIKASI SERVER


Saat ini kita akan mencoba membangun server kita sendiri. Hal pertama yang tentu saja dibutuhkan untuk membangun sebuah server adalah kumpulan dari hardware yang dibutuhkan server tersebut.Sesuai dengan tujuan penggunaan server, maka hardware yang akan digunakan punsebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan dan tujuang penggunaannya. Spesifikasi hardwareyang cukup memadai untuk sebuah server dapat dilihat sebagai berikut:

Casing ATX Full Tower
Processor Xeon 2.4 GHz.
Processor #4 Vendor: GenuineIntel
Processor #4 Name: Intel(R) Xeon(TM) CPU 3.40GHz
Processor #4 speed: 3400.118 MHzProcessor #4 cache size: 1024 KB (Quadcore Intel Xeon)
  • Processor #4 Vendor: AuthenticAMD
  • Processor #4 Name: Dual-Core AMD Opteron(tm) Processor 2212
  • Processor #4 speed: 1994.996 MHz
  • Processor #4 cache size: 1024 KB (Quadcore AMD Opteron)
  • 4 Gigabyte RAM
  • Usahakan menggunakan motherboard yang memiliki konektor SCSI (yang digunakanuntuk menghubungkan beberapa hard disk)
  • Kapasistas hard disk yang cukup
  • Gigabit LAN Card


SCSI
 SCSI merupakan singkatan dari Small Computer System Interface. Sama dengan konektorlainnya, SCSI bertugas untuk menghubungkan perangkat seperti disk drive padamotherboard. Selama ini SCSI cenderung tidak digunakan oleh komputer pada umumnyauntuk beberapa alasan. Alasan pertama adalah, hardware SCSI memiliki harga yang lebihmahal dibandingkan dengan hardware IDE. Alasan kedua adalah IDE jauh lebih simpel. Danyang ketiga, teknologi IDE tidak memerlukan driver ketika digunakan, berkebalikan denganSCSI. Sehingga, IDE lebih diterima oleh sebagian besar pengguna komputer. Lalu, mengapakita menggunakan SCSI?
  • Dapat digunakan untuk menghubungkan 8 disk drive sekaligus.
  • RAID Support.
  • RAID merupakan kependekan dari “Redundant Array of Independent Disk”. Konsep RAID diciptakan untuk mendapatkan kapasitas yang lebih besar dan/atau Fault
  • tolerance yang disebabkan oleh kerusakan Harddisk. Fault Tolerance adalah kemampuandari suatu system untuk dapat tetap berfungsi meskipun mengalami kegagalan.
  • Lebih cepat.
  • Berkualitas / Handal / Integritas data yang tinggi

Serial ATA
Serial ATA merupakan standar baru IDE yang diciptakan untuk menyaingi teknologi SCSI.Serial ATA atau lazim juga disebut dengan SATA, didesain khusus untuk aplikasi RAID.Setelah tahun 2005, teknologi SATA mulai menggantikan teknologi IDE yang telah ada sebelumnya


SUMBER
http://chandra-tkj-smkn1-jakarta.blogspot.co.id/2012/10/menetapkan-spesifikasi-server.html

MEMBANGUN DAN MENGKONFIGURASI SERVER


Topologi Jaringan  

Yang harus disiapkan adalah 1 buah PC dengan spec sesuai kebutuhan dengan mempertimbangkan service apa saja yang akan di install (sebagai proxy server, database server,web server, mail server, ftp server atau file server atau bahkan gabungan dari beberapa service tadi),

seberapa sering diakses, seberapa banyak yang mengakses. Untuk kebutuhan kantor dengan user sampai dengan 50 orang Pentium 4 dengan memory 1GB dan HDD 100GB saya rasa sudah cukup untuk melayani berbagai service.
Selain PC tentu saja CD instalasi distro Linux juga perlu kita siapkan. Kita bisa mendapatkan file instalasi (iso) semua distro Linux secara gratis di internet. Tinggal download saja, setelah itu burning ke CD. Dalam artikel ini penulis menggunakan CD Debian Lenny.

BIOS pada PC yang akan kita install perlu kita atur agar first boot-nya melalui CD ROM.
Instalasi Debian 5 Sebelum konfigurasi sebuah server Debian 5, langkah pertama yang harus dilakukan yaitu instalasi Debian 5. Untuk mendapatkan source Debian bisa mengunjungi situs www.debian.org dalam bentuk CD atau DVD. Dalam bentuk CD ada 31 CD. Sebelum proses instalasi dimulai pastikan perangkat yang diperlukan sudah disiapkan dan jangan lupa mengatur booting melalui CD-ROM pada BIOS. Berikut ini adalah gambar proses instalasi Debian 5.
1. Setelah komputer boot pada CD-ROM akan muncul tampilan seperti di bawah ini. Pilih Install.

Tampilan awal Debian Lenny

2.Kemudian pilih bahasa yang sesuai. Di sini penulis memilih English.

pilih English
3. Setelah itu pilih negara yang sesuai. Pilih other jika tidak ditemukan negara yang sesuai.

pilih other
4. Setelah itu pilih Asia.

Pilih Asia
5. Pilih Indonesia.

6. Kemudian, pilih jenis keyboard. Penulis memilih American English.

pilih American English


7. Pilih eth0


8. Kemudian Cancel untuk kofigurasi network manual

Pilih Cancel
9. Pilih configure network manually

Pilih Konfigurasi manual




10. Masukan IP address untuk komputer server


Masukan IP address
11. Isikan Netmask

12. Isikan Gateway

13. Isikan NameServer (DNS)

Isikan NameServer
14. Isikan HostName


15. Isikan Nama Web Lokal

Isikan Nama Web Lokal


16. Configure Time zone, pilih Jakarta

Pilih Jakarta


17. Partisi hardisk pilih Guided - use entire disk

pilih Guided - use entire disk


18. Pilih hardisk yang di pakai

Pilih Hardisk

19. Pilih All Files in the one partition, untuk automatic partisi

Pilih All files i the one partition


20. Partisi sudah selesai

Pilih Finish


21. Kemudian Pilih Yes

pilih Yes


22. Isikan Password untuk ROOT

Isikan Passsword Root



23. Ulangi Isikan Password

Ulangi Isikan Password

 
24. Isikan Full Name user

Isikan Full Name User
25. Masukan Username


Masukkan UserName
26. Masukkan Password untuk User

Masukkan Password user



27. Masukkan lagi

masukkan lagi



28. Konfigurasi package manager, pilih No

Pilih No





29. Use a network mirror, pilih NO



30. konfigurasi popularity contest, pilih No

pilih No




31. Pilih Standard System saja

Pilih Standard System

32. Install GRUB, pilih Yes
pilih Yes



33. Proses Instalasi Selesai, pilih Continue

pilih continue



34. Login menggunakan Username Root dan password

Login






Konfigurasi Router
Konfigurasi router Debian Lenny
1. login Debian Lenny dengan menggunakn Username root dan password . Kemudian Ketik perintah
Nano /etc/network/interfaces
Untuk mengkonfigurasi Interfaces

konfigurasi Interfaces




2. kemudian edit filenya menjadi sebagai berikut:

# The primary network interface

auto eth0
iface eth0 inet static
address 202.173.20.2
netmask 255.255.255.0
network 202.173.20.0
broadcast 202.173.20.255
gateway 202.173.20.1
# dns-* options are implemented by the resolvconf package, if installed
dns-nameservers 202.173.20.1
dns-search kelsysadmin.com

auto eth1
iface eth1 inet static
address 192.168.10.1
netmask 255.255.255.0
network 192.168.1.0
broadcast 192.168.10.255

Edit interfaces router



3. Kemudian kita edit file rc.local
(digunakan untuk melakukan routing walaupun di restart)
dengan perintah

#nano /etc/rc.local

sebelum baris exit 0 ditambahkan

iptables -A POSTROUTING -t nat -o eth0 -j MASQUERADE

sehingga rc.local akan menjadi

#!/bin/sh -e
#
# rc.local
#
# This script is executed at the end of each multiuser runlevel.
# Make sure that the script will "exit 0" on success or any other
# value on error.
#
# In order to enable or disable this script just change the execution
# bits.
#
# By default this script does nothing.

iptables -A POSTROUTING -t nat -o eth0 -j MASQUERADE
exit 0

Nano /etc/rc.local





edit rc.local



4. Untuk mengecek apakah konfigurasi sudah benar
iptables –t nat –n –L
dan akan muncul
Chain PREROUTING (policy ACCEPT)
target prot opt source destination

Chain POSTROUTING (policy ACCEPT)
target prot opt source destination

Chain OUTPUT (policy ACCEPT)
target prot opt source destination

berarti setting telah benar

Cek Routing
5. Kemudian isi konfigurasi pada /etc/network/option
Isikan baris :
ip_forward = yes
spoofprotect = yes
syncookies = no

/etc/network/option
6. Aktifkan ip forward dengan perintah
#nano /etc/sysctl.conf

cari kata #net.ipv4.ip_forward=1
kemudian hilangkan tanda #

Aktifkan IP forward




7. Restart network
perintah
#/etc/init.d/networking restart
kemudian restart komputer servernya

Network Restart

8. Kemudian ganti IP address pada client

Ganti Ip Client
9. Ping gateway dari client

ping Gateway dari client




10. ping IP publik dari client

Ping Ip Publik dari client




11. ping www.google.com

Ping www.google.com





12. Browsing dari client

Browsing dari client




Jika sudah Berhasil semua maka Routing di nyatakan Sukses
Konfigurasi DNS Server
KONFIGURASI DNS SERVER
Setelah berhasil merouting server, selanjutnya kita akan membuat DNS server sendiri
Ikuti langkah - langkah dibawah ini.
1. Sebelum Konfigurasi, install dulu paket Bind9
gunakan Perintah apt-get install bind9





Install Bind9
2. Buat zona domain
ketik nano/etc/bind/named.conf.local 
kemudian pada baris paling bawah tambahkan zona domain
zone "kelsysadmin.com" { //Zone Domain anda type master;file "/etc/bind/db.kelsysadmin"; //lokasi file FORWARD
};
zone "10.168.192.in-addr.arpa" { //1 blok ip paling depan type master;
file "/etc/bind/db.192.168.10"; //lokasi file REVERSE
};





kemudian Save konfigurasi di atas
3. lalu edit file named.conf.options
ketik nano /etc/bind/named.conf.options
kemudian masukan IP DNS server




Masukan IP DNS Server

4. kemudian copy file db.local dan db.127 ke file db.kelsysadmin dan db.192.168.10
agar tidak merubah file aslinya untuk mengcopy gunakan perintah
cp /etc/bind/db.local /etc/bind/db.kelsysadmin
cp /etc/bind/db.127 /etc/bind/db.192.168.10
copy file
5. Kemudian edit file db.kelsysadmin







Kemudian Ubah menjadi seperti ini

 
Setelah selesai di edit kemudian Save file, ctrl + o, enter, ctrl + x


6. Edit file db.192.168.10





Edit menjadi seperti ini

Setelah selesai di edit kemudian Save file, ctrl + o, enter, ctrl + x
7. kemudian edit file nano /etc/bind/resolv.conf

Edit menjadi seperti ini

Setelah selesai di edit save file, ctrl + o, enter, ctrl + x
8. Setelah itu restart bind9 mengunakan perintah
/etc/init.d/bind9 restart 

restart bind9
9.Jika sudah kita cek apakah DNS server sudah berjalan  gunakan perintah nslookup seperti pada gambar

nslookup Server
10.Kemudian cek juga pada client

nslookup client
11. Dan cek apakah client masih bisa browsing
  
browsing client
Maka DNS Server telah sukses dibuat.
Konfigurasi Web Server
Setelah berhasil menginstall DNS Server
berikutnya kita akan mengkonfigurasi Web Server  langkah - langkahnya sebagai berikut
1. masukan perintah apt-get install apache2 php5






 Install apach2 dan php5



2. kemudian edit file nano /etc/apache2/sites-available/default
pada baris terakhir tambahkan
<VirtualHost *:80>               
                  ServerAdmin       sysadmin.com
                  ServerName       www.kelsysadmin.com
                  ServerAlias         kelsysadmin.com
                  DocumentRoot   /var/www/
                  </VirtualHost>








Setelah itu save file, ctrl + o, enter, ctrl + x
 
3. Kemudian restart apache2 gunakan perintah /etc/init.d/apache2 restart , kemudian edit index.html gunakan perintah nano /var/www/index.html
  



 
Setelah di edit kemudian save file, ctrl + o, enter, ctrl + x
  4. Setelah itu cek pada browser client apakah sudah berhasil


  Web server berhasil


Konfigurasi Webserver telah berhasil
sumber : http://kevin-tkj-smkn1jakarta.blogspot.co.id/2012/10/membangun-dan-mengkonfigurasikan-server.html